who?

“jadi gue dan kak ei ketemu di kehidupan sekarang karena kita bersumpah dulu? terus apa buruknya..? kenapa lo bilang kutukannya kejadian lagi?” shirabu banyak bertanya karena cerita tadi menurutnya masih terlalu banyak yang abu.

“begini, kita dan eita, udah ketemu mungkin sekitar 5 kehidupan. kehidupanmu yang ini, adalah kehidupan yang keenam. dan di setiap kehidupan yang lampau, we'll always die, ninggalin eita sendirian. that's the risk of having to carry out such a forbidden love.

shirabu mengernyit, “kalau begitu kenapa gue masih hidup?”

“hmm kamu tau kan, kalau mencintai terlalu berlebihan akan berakhir buruk?” rabu terkekeh sebentar, “in this case, you and eita created a new curse, resulting a contradictory upon the old curse that's been there. intinya, dibanding dengan di kehidupan lampau, di kehidupan ini kalian jauh lebih mencintai satu sama lain makanya bisa begitu. ditambah lagi kedua kutukan itu juga jadi menyatu.”

ini semua.. sedikit lucu, shirabu pikir. kalau misalnya, ia bercerita tentang semua ini kepada dirinya sendiri beberapa bulan yang lalu, ia pasti akan mentertawakannya. mendapat kutukan atas cinta? astaga, benar-benar lawak.

baru saja bibir terbelah untuk membalas perkataan rabu, tubuh shirabu perlahan menghilang. tanda bahwa waktunya sudah habis. padahal ingin bertanya bagaimana cara ia patahkan kutukannya. untung saja rabu bisa membaca pikiran, maka dari itu kalimat terakhir yang ia dengar adalah,

find the one who killed and also tried to kill you again!


shirabu terbangun terduduk dengan nafas masai. secara tidak sengaja membangunkan semi yang berada di sampingnya yang kaget.

“ken?! kamu udah gak apa-apa?” semi bertanya, shirabu tidak menjawab. malah memegang kedua bahu semi, “kak ei, kakak ingat plat nomor mobil yang kemarin hampir nabrak aku gak?”

kedua alis semi bertaut bingung. “hah..? emangnya kena—”

“—kak, please remember it! itu satu-satunya cara biar kita bisa hidup tenang.” shirabu memotong perkataan semi, menunjukkan bahwa ia serius, hal yang ia minta harus dilaksanakan segera.

setelah itu hening datang menyapa. semi hilang dalam pikiran, sebelum akhirnya matanya membulat menyadari sesuatu. melihat ini shirabu menyeletuk, “apa nomornya familiar, kak?”

”... iya. tapi itu punyanya—fuck, aku bakal chat dia. we'll talk about this. aku harus tau kenapa dia gitu ke kamu.”