TTJ

minho tulikan pendengaran.

pasang airpods miliknya dan putar lagu milik lauv berjudul sims kencang-kencang. tak mau dengarkan bising keramaian. heran mengapa harus selesai pekerjaan saat sore, dimana orang ramai gunakan kereta. apalagi tempat kerja hanya dekat dengan shinjuku station, ya jelas lumayan ramai lah.

tap, tap, tap.

langkah kaki santai. berirama. badan tegak, kepala sedikit mengadah. jas coklat memggantung di bahu. dan itu semua tidak pernah gagal membuat orang melihatinya seakan diri adalah model terkenal.

mereka berbisik-bisik. toh minho juga tidak dengar, tetapi mata melihat. cih, gila sekali orang-orang ini, dalam hati mendumel. paling tidak suka ditatap oleh seseorang yang tidak dikenal.

“The next train goes to motoyawata, via shinjuku line, will arrive shortly.”

akhirnya. minho tidak suka menunggu. maka dari itulah selalu datang secara gambling. sengaja menipiskan waktu tunggu.

-

hmm. tidak terlalu banyak orang. tumben. tapi tak apa, minho suka. langsung duduk paling ujung. kemudian pejamkan mata.

hari ini berat. minho harus urus banyak sekali berkas akibat salah satu temannya, hyunjin, mengambil cuti. menyebabkan diri jadi pengganti tempat. jadi urus dua tugas untuk dua orang sendirian. ingatkan minho nanti agar bisa memarahi lelaki tak punya rasa kemanusiaan itu.

kelopak mata terbuka refleks. kereta berhenti. shinjuku-sanchome station. biasanya dari sini ramai orang yang naik. dan tepat sekali dugaan. minho hela nafas malas. aish. terlalu hanyak orang. terlalu ramai. sesak sekali.

baru saja minho senang karena tidak ada yang duduk disamping. lelaki rambut blonde dengan sedikit highlight pink menerobos masuk. langsung ambil tempat disampingnya. nafasnya masai. pasti berlari. minho tatap sebentar, lalu kembali menghadap ke depan. tidak peduli.

saat pintu kereta tertutup, mata juga mengikuti. bedanya kali ini kedua tangan terlipat depan dada. melindungi diri sendiri. ah. enaknya. jiwa langsung tenang. alunan lagu never not serta sedikit suara kereta yang masuk.

minho suka. sangat suka. seakan beban lepas. setelahnya, minho tidak lagi buka mata saat kereta berhenti. sudah larut, kesadaran diambang batas.

serasa 5 menit berlalu. hingga tiba-tiba,

tuk.

bahu seperti bertambah beban. awal mata tak mau terbuka. lama kelamaan minho penasaran. perlahan, kelopak mata mekar. langsung lihat ke samping. astaga.

pertama di penglihatan adalah surai blonde sedikit pink milik lelaki itu. minho mengernyit. bagaimana bisa bahu jadi sandaran? lelaki itu saja bahkan tak tau namanya, begitu pula sebaliknya.

bingung mau bagaimana. minho perbaiki cara duduknya sedikit, berharap lelaki itu terbangun. nihil. malah tambah mengusal di leher. demi apapun minho tidak suka. tidak sopan sama sekali.

tangan sudah terangkat, ingin jauhkan kepala lelaki itu. tetapi tidak jadi. entah kenapa rasa kasihannya muncul. lelaki itu seperti sangat capek. terlihat dari wajah tidur yang tentram, dan... lucu? minho tidak tega. diri memang tidak pedulian hanya saja hati masih ada.

jadi ya sudah. minho biarkan. tapi sudah tidak bisa tidur lagi. mata sudah tidak mengantuk. hanya bisa menunggu sampai tujuan, yaitu ogawamachi station. apartment-nya berada disekitar situ. dan sekarang masih berada di kudanshita station. mungkin sekitar satu atau dua stasiun lagi.

tapi yang jadi permasalahan.

apa lelaki ini akan bangun sebelum minho sampai? karena demi apapun masa minho harus membangunkan lelaki itu, tidak mungkin. sama saja memalukan diri sendiri dan lelaki itu pula. halah. minho langsung berdiri saja nanti. persetan. minho capek. ingin langsung pulang.

dalam hati meringis, meminta maaf pada lelaki rambut pink-blonde. setelah lihat destinasi selanjutnya di layar, minho cabut airpods yang ada di telinga. masukkan langsung di kantong jas. sudah hampir sampai soalnya. sekitar 3 menitan lagi.

dan lelaki itu sama sekali tidak bangun. malah terlihat semakin larut dalam tidurnya.

minho mengutuk dalam hati. bagaimana ini? mana lelaki itu lucu sekali. mengomong dalam tidur. karena itu minho tau sama-sama orang korea.

“the train arrives at ogawamachi station. please wait until the left door opens.”

ok. saatnya berdiri. minho lakukan perlahan. tetapi anehnya lelaki itu juga ikut berdiri. ketika minho lihat, sudah sadar. hanya saja malah memeluk tangan minho dan jalan keluar duluan, buat minho mengikut begitu saja.

pasti belum sadar. minho simpulkan sendiri. akhirnya berjalan ke vending machine. beli air dingin. lalu tempelkan ke dahi lelaki itu.

sontak, langsung terkejut dan sedikit lepaskan pelukan di tangan. mata berkedip berulang kali. “h-huh?”

minho geleng kepala liatnya. dan mungkin lelaki itu sadar sepenuhnya saat lihat tangan masih lumayan merangkul minho, langsung dilepaskan sepenuhnya.

“あっ、すみません!” (oh.. i'm sorry!)

“santai. gak apa-apa.” lelaki itu kembali terkejut saat minho balas bukan dengan bahasa jepang. hanya saja dengan senyuman sekarang.

“uhmm aku han jisung. and you are?”

minho yang tadinya mau jalan duluan langsung berhenti. han jisung, ya? lucu juga namanya. minho tidak tahan untuk tidak senyum,

“lee minho.”