the dream.
-
silau. sangat silau. sinar seperti menusuk mata, hyunjae harus berkedip-kedip menyesuaikan agar bisa melihat. ini.. dimana? benar-benar tidak tau lokasinya sekarang. tapi, kenapa bisa ia rasa seperti sedang berada di rumah. hangat. mata diedarkan kesana kemari. tempat ini luar biasa cantik. ada banyak reruntuhan pilar putih, rumput menghiasi seluruh jalan, bunga-bunga tumbuh indah bagai pagar. bahkan kupu-kupu terbang disekitarnya.
sungguh, hyunjae berasa lagi berada di surga.
“hey, hyunjae.” suara serak sedikit berat memanggil dari belakang. sontak hyunjae menoleh, dan tiba tiba rasa kerinduan merebak di relung. ini pasti bercanda. hyunjae tidak kenal dengan lelaki rambut biru tua yang sekarang berdiri tersenyum di depannya, bagaimana bisa hyunjae tersedak ingin menangis?
lelaki itu terkekeh lihat hyunjae bengong dengan mata berkaca-kaca, “jangan begitu. kamu lucu. sedih sekali aku tidak bisa melakukan apapun,” ekspresinya berubah sedih. masam. tanpa hyunjae sadari lingkungan sekitarnya sedikit meredup, dan alam sadarnya mulai hidup lagi.
“well, time's up. sampai jumpa lagi, kesayanganku.”