12 steps just for you, 2.
part two
diawali dengan hening, kedua raga berasa lara.
namun sekarang, hyunjae bagai lakukan adorasi. telinga panas. tenggorokan tercekat. nafas berhamburan diatas teriakan yang masih bersahutan. telah pupus rasa cinta selaksa di relung, hadirkan amarah meluap-luap tanpa perisai.
karena juyeon lepas kendali. “kalau kamu gak bahagia, maka akupun juga! aku lelah, hyunjae. kamu pengen kita terus menerus tersenyum bercanda gurau tanpa pedulikan dunia dan itu sangat mustahil, aku gak bisa gitu.”
“jadi semua ini salahku?! demi tuhan, juyeon, aku hanya mencoba memperbaiki hubungan kita. tapi kamu terlalu egois! selalu saja anggap seakan aku tiada!”
“siapa yang bilang semuanya salahmu?! fuck it, hyunjae. enough of this.” suara juyeon lirih di akhir. walau mata setajam elang menatap sang pacar yang rekah tangisan. begitu pula dengan hyunjae yang menatap balik dengan amarah membara.
pun harsa melesap, hyunjae tidak tahan juyeon pergi. meninggalkan begitu saja. hilang dibalik pintu apartment saksi bisu atas hubungan keduanya yang bagai kelabu.
“bagaimana bisa aku membuatmu bahagia, jika kamu sendiri gak pernah cerita.”
hyunjae bisik sedih, malam itu hatinya berdegup mendengungkan elegi yang perih.
-
4 hari. 4 hari hyunjae sendiri. 4 hari juyeon hilang.
jangan bilang hyunjae tidak panik, tidak mencari. ia bahkan berani menelfon adik juyeon (lee minho, namanya. tidak pernah akur.) hanya sekedar untuk bertanya kemana sang raja di sanubari.
lucu, ya. hyunjae ketawa kecil. tatap kesamping, dimana tidak ada yang menempati kasur bagian kiri. apakah asmaraloka milik mereka sudah waktunya untuk pupus? jujur saja perasaan kacau. juyeon tidak beri hyunjae kesempatan, sebaliknya juga begitu.
4 hari terasa seperti setahun.
hyunjae hampir tidak bisa jaga kewarasannya. kalau saja ia bisa, ingin teriak betapa hati meminta untuk pindah kepemilikan. ingin teriak betapa kaki hampir melangkah keluar dari jungkat-jungkit. ingin teriak bahwa batin capek jadi perwakilan perasaan.
tetapi akhirnya apa?
kembali terjebak. naik turun, terus menerus. tidak ada henti. awalnya bahagia. lama kelamaan, penuh dengan duri. hyunjae hela nafas pasrah.
ting
pikiran buyar karena notifkasi pesan. dari minho. hyunjae dengan malas membaca, 'coba ke taman, sekarang.' bingung. ketika ia perhatikan benar-benar, barulah sadar. hari ini hari dimana juyeon pertama kali ucap kata cinta padanya. wajah sedikit cerah, apakah 4 hari yang lalu hanya sebuah candaan untuk kejutan?
pun hyunjae langsung bergegas, pakai baju serapi mungkin. taman dekat dengan apartment jadi waktu tidak perlu habis banyak. sesampainya disana, hyunjae menoleh kesana kemari. coba temukan eksistensi juyeon.
ah, ketemu! ada di dekat penjual balon serta es krim. berdiri gagah dengan senyum manis favorit hyunjae. tanpa basa-basi, tentu hyunjae datangi. air mata jatuh. rasanya begitu membuncah.
if three's a crowd, and two was us,
karena hyunjae tau,
one slipped away.
tujuan ia disana adalah untuk sadarkan bahwa juyeon berubah menjadi fatamorgana miliknya yang tidak akan pernah kembali.